Rabu, 4 November 2026 Berita Terkini & Terpercaya
18totox2.com18totox2.com
18totox2.com - Your source for the latest articles and insights
Beranda › Sudah Pulang Kantor Masih Capek Urus Rumah? Cek 7 ...

Sudah Pulang Kantor Masih Capek Urus Rumah? Cek 7 Salah Kaprah Ini

Bukan kurang usaha, tapi sering salah cara. Ini 7 kesalahan perawatan barang dan hemat energi yang umum dilakukan pekerja kantoran.

Sudah Pulang Kantor Masih Capek Urus Rumah? Cek 7 Salah Kaprah Ini

Gue tahu rasanya. Jam 6 sore baru sampai rumah, badan remuk, tapi masih harus siapin makan, cuci piring, dan beresin rumah. Di tengah kondisi kayak gitu, kita sering asal ambil langkah yang kelihatannya benar — padahal justru bikin barang cepat rusak atau tagihan listrik membengkak.

Ironisnya, kesalahan-kesalahan ini bukan karena kita malas. Justru karena kita pengin serba cepat dan praktis setelah seharian di kantor. Nah, berikut daftar periksa yang bisa kamu pakai buat mengecek apakah kamu termasuk yang masih salah kaprah.

Baca juga: Sebulan Hidup Tanpa Kulkas Baru, Ini yang Saya Pelajari soal Hemat Listrik

1. Mencuci AC Sendiri Tanpa Tahu Cara Bilasnya

Ini kesalahan favorit pekerja kantoran: beli alat cuci AC murah, lalu semprot-sempot sendiri tiap bulan. Kelihatannya hemat biaya teknisi, tapi banyak yang lupa membilas koil dengan benar sampai kering. Sisa air yang mengendap justru memicu jamur dan karat di evaporator.

Yang lebih parah, filter yang dicuci tapi dipasang lagi dalam keadaan setengah kering. Debu langsung menempel, aliran udara jadi berat, dan kompresor kerja lebih keras. Ujung-ujungnya listrik boros dan AC tetap nggak dingin. Kalau mau cuci sendiri, pastikan filter benar-benar kering sebelum dipasang lagi — minimal diangin-anginkan 30 menit.

2. Mengisi Kulkas Sampai Penuh karena "Sayang Ruang Kosong"

Banyak yang percaya kulkas kosong bikin listrik boros, jadi diisi penuh sampai nggak ada celah. Padahal kulkas yang terlalu penuh justru menghambat sirkulasi udara dingin. Kompresor jadi bekerja lebih lama untuk mendinginkan seluruh isi.

Idealnya isi kulkas sekitar 70-80 persen kapasitas. Sisakan ruang di sekitar ventilasi belakang dan jangan menempelkan barang ke dinding dalam. Kalau kamu tipe yang suka belanja bulanan sekaligus, bagi ke wadah kecil supaya udara tetap bisa mengalir.

Bonus: posisi kulkas juga berpengaruh

Kulkas yang ditaruh menempel dinding atau di samping kompor akan bekerja lebih berat. Beri jarak minimal 10 cm dari dinding belakang agar panas bisa keluar. Ini sepele, tapi efeknya kerasa di tagihan bulanan.

3. Menjemur Barang Elektronik di Bawah Matahari Langsung

Sepatu basah, tas kerja, sampai remote AC yang kena tumpahan kopi — semua dijemur di bawah sinar matahari langsung dengan harapan cepat kering. Untuk sepatu kulit dan tas berbahan sintetis, ini justru mempercepat keretakan dan memudarkan warna.

Yang lebih berbahaya: menjemur perangkat elektronik atau baterai di bawah matahari langsung. Panas berlebih bisa merusak sel baterai dan membuat komponen dalam memuai. Cukup angin-anginkan di tempat teduh dengan sirkulasi udara baik, atau pakai kipas angin di ruangan.

4. Mencabut Steker sebagai "Pengganti" Mematikan Perangkat

Mencabut steker charger laptop atau TV setiap kali selesai dipakai memang menghemat sedikit daya standby. Tapi kalau dilakukan bertahun-tahun dengan cara asal tarik kabelnya, kabel dalam steker lama-lama putus dan berisiko korsleting.

Selain itu, banyak yang mengira mencabut steker sudah cukup mematikan perangkat. Padahal adaptor laptop yang masih hangat dan langsung dimasukkan ke tas bisa memicu panas berlebih. Biarkan adaptor dingin dulu 10-15 menit sebelum disimpan.

Gue sendiri dulu sering banget narik kabel charger langsung dari colokan. Sampai suatu hari kabelnya putus di dalam dan harus ganti adaptor baru. Sejak itu, gue selalu pegang kepala stekernya, bukan kabelnya.

5. Membersihkan Barang dengan Air Panas dan Deterjen Kuat

Setelah seharian kerja, kita cenderung ingin semua bersih cepat. Air panas plus deterjen kuat terasa solusinya. Tapi untuk barang-barang tertentu — seperti panel kayu, karet pintu kulkas, atau permukaan anti-bakteri — kombinasi ini justru merusak lapisan pelindung.

Karet pintu kulkas yang sering dilap dengan deterjen keras akan cepat mengeras dan retak. Akibatnya kulkas nggak tertutup rapat, udara dingin bocor, dan listrik makin boros. Cukup lap dengan air hangat biasa dan kain microfiber, lalu keringkan.

6. Menumpuk Cucian Sampai Akhir Pekan

Kelihatannya efisien: cuci sekali banyak, hemat listrik dan air. Tapi mesin cuci yang diisi melebihi kapasitas justru bekerja lebih berat, putaran jadi nggak optimal, dan pakaian nggak terbilas bersih. Sisa deterjen menumpuk di serat kain dan bikin pakaian cepat kusam.

Selain itu, menumpuk cucian basah berhari-hari di keranjang bikin bakteri dan jamur berkembang. Bau apek yang susah hilang itu sumbernya dari sini. Lebih baik cuci 2-3 kali seminggu dengan muatan sedang daripada sekali dengan muatan penuh sesak.

7. Menganggap Semua Alat Hemat Energi Bebas Perawatan

Lampu LED, kipas DC, sampai mesin cuci inverter memang lebih hemat energi. Tapi banyak yang lalu mengabaikan perawatannya karena merasa "sudah hemat kok". Padahal lampu LED yang berdebu akan meredupkan cahaya dan membuat kamu menambah lampu lain.

Kipas angin DC yang jarang dibersihkan baling-balingnya akan berputar lebih berat, dan konsumsi dayanya naik. Perawatan sederhana seperti membersihkan debu tiap dua minggu dan mengecek kabel secara rutin jauh lebih murah daripada mengganti alat baru.

Intinya, hemat energi dan perawatan barang itu bukan soal seberapa sering kamu melakukan sesuatu, tapi seberapa tepat caranya. Kalau kamu baru mulai sadar sering melakukan salah satu poin di atas, nggak perlu panik — mulai dari satu kebiasaan dulu, misalnya berhenti narik kabel charger atau beri jarak kulkas dari dinding. Kecil, tapi kerasa di tagihan dan usia barang.

Tags: hemat energi perawatan barang rumah tangga pekerja kantoran tips rumah